Achie

Archive for the ‘Animation’ Category

Up! up and away!

In Animation, Film on Agustus 16, 2009 at 1:53 pm

UP!Waktu saya menonton Up! bersama teman-teman, kebetulan mood kami semua sedang jelek, karena itulah kami harap tontonan terbaru keluaran Walt Disney dan pixar ini bisa membuat kami semua senang kembali.

Efeknya persis seperti yang kami harapkan. Kami adalah tipe penonton yang suka komentar selagi menonton, lebih sering mencela ketimbang memberi comment positif. Namun ketika menonton Up! Kami relatif anteng, semua fokus mengikuti jalan cerita sambil tertawa terbahak-bahak tentunya. Dan akhirnya keluar dengan perasaan puas dan terhibur.

Up! the film is special! Jalan cerita didasari oleh niat yang sederhana dari Mr. Fredericksen, suami setia yang ingin mengabulkan mimpi mendiang istrinya. Namun, dibalut oleh tokoh-tokoh yang memukau dan plot yang menarik, keseluruhan narasi Up! menjadi sangat spesial.

Film ini mengusung tema beragam, dimulai dari drama, petualangan, komedi, dan aksi. Bukan hal mudah membuat kesemua tema tersebut hidup dengan seimbang dalam satu film, disinilah nilai brilian dari tim penyusun naskah Up!. Mayoritas penonton tertawa melihat tingkah laku Russel, Kevin, dan Dug. Penonton juga merasa deg-degan melihat aksi kejar-kejaran antara Mr. Fredericksen dan idolanya di masa kecil. Selain itu, penonton juga terharu melihat hubungan Mr. Fredericksen dan istrinya, Ellie. Bahkan beberapa teman pria saya ada yang menangis melihat film ini.

Soal kualitas animasinya? Tidak diragukan lagi, Pixar tidak pernah mengecewakan penonton. Gambar yang sangat jernih dan detil-detil yang terlihat sangat real, membuat penonton terkagum-kagum.

Seminggu setelah saya dan teman-teman menonton Up! Kami masih sering membicarakan tentang Russel, Kevin serta si lucu Dug dan teman-teman anjingnya yang konyol. This is what a film supposed to be, it’s supposed to touch your heart, capture your attention, and stays long enough in your memory. Wonderful!

Iklan

Laputa: castle in the sky

In Animation, Film on Januari 26, 2009 at 6:22 pm

laputa-airship1Written & directed by Hayao Miyazaki

Menonton Laputa seperti mendapat paket lengkap satu film dengan multiple genres; ada drama, aksi, komedi, petualangan, fantasi, keluarga, & romantis. Hal inilah yang membuat saya menyukai Laputa setara dengan Spirited Away dan Princess Mononoke.

Laputa adalah kisah petualangan Pazu dan Sheeta dalam mencari kebenaran akan keberadaan sebuah kota di atas langit yang bernama Laputa. Dalam petualangan mereka, Pazu dan Sheeta mendapat banyak teman baru yang membantu mereka mencari jalan menuju Laputa. Disinilah segala keseruan dimulai.

Tema yang diambil serupa dengan Princess Mononoke, yaitu menunjukkan betapa keserakahan manusia akan membawa petaka bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, Laputa tidak melulu tentang serunya petualangan Pazu dan Sheeta. Beberapa plot sarat dengan kehancuran dan kesedihan yang hampir membuat saya menangis, he3x. Namun, seringkali kembali tertawa karena kebodohan yang dilakukan Dola & The Gang (teman-teman Pazu & Sheeta).

Durasi film ini 124 menit, namun sedikitpun tidak membuat saya bosan. Sang sutradara, Hayao Miyazaki benar-benar tahu bagaimana membangun dan menempatkan plot-demi plot untuk membuat jalan cerita menarik secara konstan.

Elemen favorit saya lainnya adalah imajinasi dan fantasi yang disajikan dalam Laputa. Kadang saya dibuat kagum oleh rekaan-rekaan yang ditampilkan. Dan sangat menyenangkan untuk mengikutinya, sejenak bisa melupakan realita yang kaku dan rutin. Sebab itu, biasanya sebelum masuk kerja hari Senin saya selalu menyempatkan menonton kartun Ghibli. Buat saya efektif untuk meningkatkan mood sebelum mulai bekerja.

Petualangan Pazu dan Sheeta berakhir dengan memberi pesan moral kepada manusia. Akhiran seperti ini sudah menjadi ciri khas kartun buatan Ghibli. Seringkali akhir ceritanya sangat sedih (e.g. Grave of the fireflies). But this time, no tears at the end. It was a happy ending 😀

Good job Hayao Miyazaki!

My Neighbor Totoro (Tonari no Totoro) 1988

In Animation, Film on Januari 26, 2009 at 5:27 pm
myneighbortotorowallpaperWritten and directed by Hayao Miyazaki

Fans Ghibli pasti mengenal Totoro karena tokoh kartun yang dibuat oleh Hayao Miyazaki pada tahun 1988 ini digunakan sebagai lambang Studio Ghibli. Baru sekarang saya sempat melihat filmnya.

Cerita dimulai dari kepindahan kakak beradik Satsuki, Mei dan ayahnya ke rumah baru mereka. Rumah yang terletak di tengah pedesaan ini terletak bersebelahan dengan hutan lebat dimana terdapat pohon raksasa keramat tumbuh tepat ditengahnya. Pohon tersebut adalah tempat tinggal Totoro. Pada suatu hari, Mei yang masih balita tidak sengaja melihat dua troll kecil berlari ke dalam hutan. Karena penasaran, Mei terus mengejar mereka hingga akhirnya Ia jatuh tepat di perut Totoro raksasa yang sedang tidur siang. Mei sangat beruntung karena bisa bertemu langsung dengan Totoro raksasa, mahluk yang hanya bisa dilihat oleh anak-anak, terutama mereka yang percaya. Selanjutnya, hari-hari Satsuki dan Mei diisi oleh keganjilan dan keriaan akan keberadaan Totoro.

Di dalam film, Totoro diceritakan sejenis troll yang bermacam-macam ukurannya. Mereka mempunyai kekuatan ajaib untuk membuat bibit tumbuh menjadi tanaman, bahkan Totoro raksasa bisa terbang kesana kemari dengan bebas hanya dengan menaiki gangsing ajaib. Totoro tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa manusia, namun Ia mengerti apa yang dibicarakan oleh Satsuki dan Mei. Yang lucunya, arti berbicara menurut Totoro adalah mengeluarkan mulut lebar-lebar dan memperlihatkan deretan gigi mereka yang putih besar. Sekilas nampak menyeramkan, namun ternyata memang begitu cara mereka mengungkapkan sesuatu.

Cerita My Neighbor Totoro tidak seberat Princess Mononoke. Film ini lebih tentang luasnya imajinasi anak-anak dan keajaiban yang timbul dari rasa percaya mereka yang sangat besar. Bisa dibilang, temanya serupa dengan The Cat Returns, Spirited Away, atau Kiki’s Delivery Service. Namun lagi-lagi My Neighbor Totoro menyinggung soal kelestarian alam seperti halnya Princess Mononoke dan Laputa. Hal ini seperti menjadi benang merah dalam beberapa karya Hayao Miyazaki. Mungkin ini semacam wujud kepeduliannya terhadap kehancuran lingkungan yang disebabkan oleh manusia.

Anyway, saya suka film ini. Ceritanya sederhana, tentang keluarga sederhana, di lingkungan sederhana namun mereka bahagia dan saling menyayangi satu sama lain. Apalagi ditambah lagi dengan kehadiran Totoro yang misterius namun baik hati.