Achie

Archive for the ‘Books’ Category

Bilangan Fu (Ayu Utami)

In Books, Fiksi on Januari 28, 2009 at 4:08 pm

bilangan-fuLewat cerita pertemuan dua sahabat yaitu Yuda dan Parang Jati, Ayu Utami memaparkan paham kepercayaan yang kritis. Paham keagamaan yang tidak meminggirkan kebiasaan yang terlahir dari adat istiadat maupun takhayul.

Parang Jati adalah anak muda produksi peradaban modern yang cinta mendaki gunung. Pemikirannya kritis dalam arti modern dan memandang remeh hal-hal yang berbau takhayul. Sebaliknya, Parang Jati adalah anak desa yang dirawat oleh Suhubudi, guru kebatinan sekaligus pengusaha kaya raya.

Dipertemukan oleh taruhan, keduanya menjalani berbagai pengalaman spiritual maupun duniawi yang akhirnya mengeratkan hubungan mereka. Begitu memukaunya pribadi dan pemikiran Parang Jati membuat Yuda memahami cara berpikir si anak desa terdidik yang menghargai dengan imbang nilai-nilai modern dan tradisional.

Disamping konflik dan sedikit aksi, Bilangan Fu sarat dengan sejarah, terutama yang berhubungan dengan kebudayaan Jawa dan sejarah Kitab Babad Tanah Jawi.

Kita diajak untuk mengenali cara berpikir yang sangat berbeda namun juga terasa sangat logis. Beragamnya informasi, cerita, sejarah, dan analogi yang dipaparkan Ayu Utami menjadi bumbu menarik buku ini. Selain itu, teknik berceritanya walaupun tidak ringan, mampu mengikat pembaca untuk menyingkap makna dibalik rangkaian jalan ceritanya.

Kite Runner (Khaled Hosseini)

In Books, Fiksi on Januari 28, 2009 at 4:06 pm

kite-runnerSebelum membaca Kite Runner saya sudah dengar beberapa reviews yang memuji buku ini, baik dari media maupun dari mulut ke mulut. Sekarang saya mengerti kenapa buku ini begitu disenangi.

Tema cerita persahabatan yang diangkat memang bukan hal yang baru. Namun, konflik dan ironi yang ditambahkan oleh Hosseini membuat naratif keseluruhan menjadi sangat menarik, menyentuh, dan terasa nyata.

Adalah Amir dan Hassan, dua protagonis dalam buku ini, warga Afghanistan yang berasal dari etnis yang berbeda. Amir yang merupakan anak majikan, dan Hassan anak seorang pelayan rumah tangga. Berdua, mereka menemukan keriaan masa kecil bersama dikala Afghanistan masih negara yang damai.

Namun, dibalik persahabatan mereka tersimpan konflik dan kebenaran yang disembunyikan baik oleh mereka dan dari mereka berdua. Konflik dan kebenaran inilah yang kemudian mengiringi jalannya plot Kite Runner.

Jalan cerita buku ini mengalir dengan baik. Konflik demi konflik sangat jelas dipaparkan oleh Hosseini sehingga terkadang saya merasa buku ini seperti biografi. Selama membaca, saya mereka-reka yang mana yang merupakan referensi dari kehidupan pribadi si pengarang, yang juga berasal dari Afghanistan.

Buku ini membahas tentang persahabatan, keluarga, kasih sayang, tanah air, sedikit politik, perang dan dampaknya, penebusan dosa, serta kesetiaan yang dirangkum dalam kisah Amir dan Hassan.

This book is about to be good again, as mentioned by Rahim Khan:
“there’s a way to be good again”
(Khan adalah salah satu karakter berpengaruh dalam Kite Runner)

Breaking Dawn (Stephenie Meyer)

In Books, Romance on Januari 28, 2009 at 4:04 pm

breaking-dawnAkhirnya, selesai sudah seri Twilight saya baca. Tidak seperti tiga buku sebelumnya, kali ini saya butuh waktu agak lama untuk menyelesaikan Breaking Dawn karena bab-bab awalnya agak dragging. Tidak sepenuhnya membosankan, karena banyak poin dan informasi baru yang penting, namun cara menulis Stephenie Meyer kali ini tidak seluwes Eclipse dan Twilight.

Layaknya sebuah resolusi, seri terakhir ini memberikan penyelesaian konflik hubungan Edward dan Bella yang cukup memuaskan pembaca. Tidak berani menjelaskan lebih lanjut karena takut jadi spoiler 🙂

Setelah lewat pertengahan buku barulah hawa aksi dan misteri mulai muncul di jalan cerita. Bella dan Edward pada akhirnya harus berhadapan dengan Volturi karena ‘masalah’ besar mereka. Sedikit twist dari Stephenie Meyer yang melibatkan saudara favorit Bella-lah yang membuat saya semangat untuk menyelsaikan bab-bab terakhir buku ini.

Eclipse (Stephenie Meyer)

In Books, Romance on Januari 28, 2009 at 4:02 pm

eclipseSetelah New Moon, Eclipse menyambung semangat saya untuk menyelesaikan seri Twilight. Banyak paparan informasi mengenai karakter-karakternya dan juga banyak konflik yang terselesaikan dalam buku ini.

Kali ini Bella dan Edward kembali bersatu. Namun jalan cerita tidak lagi didominasi oleh jalannya hubungan mereka. Jacob dan saudara-saudara Edward pun mendapatkan porsi yang lumayan dalam plot cerita.

Sejarah klan Jacob dibahas tuntas di buku ini, begitu juga dengan sejarah Rosalie dan Jasper. Pembahasan mendalam tentang mereka membuat pembaca merasa dekat dengan karakter mereka masing-masing. Yang tadinya pembaca mungkin menuduh mereka dengan yang bukan-bukan, kini setelah membaca Eclipse pembaca akan memahami apa yang menjadi alasan akan perbuatan dan sikap mereka bertiga. Sejak itu, hubungan antar karakter di dalam cerita-pun menjadi semakin erat.

Eclipse adalah seri favorit saya dibanding ketiga seri lainnya. Sedangkan Twilight menempati urutan kedua. Gaya menulis Stephenie Meyer yang luwes dan tajam mempermudah saya menikmati jalan cerita Eclipse.

New Moon (Stephenie Meyer)

In Books, Romance on Januari 28, 2009 at 4:01 pm

new-moon-coverNew Moon adalah buku lanjutan dari TWILIGHT yang sudah saya review beberapa hari yang lalu. Namun tidak seperti buku yang pertama, New Moon hanya saya beri rating dua bintang karena ceritanya yang terkesan bertele-tele.

Kali ini Bella harus menghadapi kesedihan karena Edward memutuskan untuk pergi meninggalkan Bella demi menjaga keselamatannya. Setelah sedih selama berbulan-bulan akhirnya Bella menjalin hubungan tanpa status dengan Jacob yang ternyata adalah seorang werewolf (yeah rite, setelah pacaran dengan vampir sekarang werewolf).

Hari-hari tenpa Edward dilalui Bella dengan susah payah, hingga berkali-kali Bella sempat mencoba untuk bunuh diri, namun tidak berhasil. Hingga akhirnya tersiar kabar Bella meninggal ke telinga Edward, padahal hanya salah paham. Tidak tahu bahwa itu hanya salah paham, Edward memutuskan memprovokasi keluarga vampir bangsawan Volturi untuk dapat membunuhnya karena Ia tidak dapat hidup bila Bella mati. Sangat klise memang untuk bagian ini.

Buku New Moon ini sangat terasa seperti novel remaja karena konflik-konfliknya yang sedikit kekanak-kanakan, walaupun begitu, para penggemar setia TWILIGHT pasti akan tetap membacanya sebagai bridging ke buku ketiga.

Twilight (Stephenie Meyer)

In Books, Romance on Januari 28, 2009 at 3:59 pm

twilightTwilight merupakan seri pertama dari Twilight’s Saga by Stephenie Meyer (buku 2: New Moon, 3: Eclipse, dan yang terakhir Breaking Down. Inti dari seri buku ini adalah kisah cinta Bella dan Edward. Perjalanan yang mereka hadapi tidak mudah karena Edward adalah seorang vampir sedangkan Bella manusia yang seharusnya menjadi buruan Edward. Sinopsis ini mungkin klise tapi ada yang berbeda dengan buku ini.

Stephenie Meyer menceritakan hubungan Bella dan Edward dengan sangat menarik, romantic, dan passionate namun tidak vulgar (bukan Harlequin type tentunya, he3x) Plotnya simple tetapi perjalanan Bella dan Edward dalam mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain sangat menyita perhatian saya sewaktu membaca. Kadang terlintas dipikiran, enak juga kalau bisa mengalami apa yang mereka alami, he3x.

Di Amerika seri ini sangat laris dan merupakan salah satu jajaran buku NewYork Time’s bestseller. Bahkan November tahun ini versi layar lebar Twilight akan dirilis. Salah satu tokoh utamanya, Edward akan diperankan oleh Robert Pattinson yang kebetulan memerankan Cedric Driggory di film Harry Potter.

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer (Pramoedya Ananta Toer)

In Books, History on Januari 28, 2009 at 3:57 pm

perawan-remaja-cover1Ini bukanlah novel melainkan merupakan catatan sejarah Pramoedya Ananta Toer tentang keberadaan dan keadaan wanita Jawa budak seks Jepang (jugun ianfu)di Pulau Buru.

Buku yang satu ini membuka mata dan pengetahuan kita akan kepahitan hidup yang dialami oleh para jugun ianfu asal Jawa. Pramoedya menuturkan poin-poin penting mengenai topik ini, dimulai dari pola pengambilpaksaan gadis-gadis ningrat perawan Jawa yang rupawan, pembohongan Jepang akan niat menyekolahkan mereka di luar negeri, hingga nasib para Jugun Ianfu setelah Jepang menyerah pada pasukan sekutu.

Kenyataan yang terungkap dalam catatan sejarah ini memang pahit, getir, dan menyedihkan. Terkadang terpikirkan bagaimana bisa para perawan remaja itu menanggung kepahitan hidup yang begitu besar hingga akhir hayat mereka.
Ini adalah catatan sejarah yang dapat memberikan sudut pandang kita mengenai besarnya ketegaran dan kekuatan hati wanita.

The Witch of Portobello (Paulo Coelho)

In Books, Fiksi on Januari 28, 2009 at 3:53 pm
portobello1Akhirnya karena diskon murah hati dari Periplus gue bisa beli novel ini. Pertama-tama tertarik karena cover dan judulnya. Karena dibalik bukunya nggak ditulis sinopsis maka gue beranggapan ceritanya akan berkisar tentang pemburuan penyihir di jaman pertengahan.

Ternyata…tebakan gue hanya sebagian benar. Memang buku ini tentang cerita seorang penyihir atau yah tokoh yang diberi julukan penyihir, tetapi bukan hidup di middle ages, penyihir dari Portobello hidup di zaman sekarang dan diceritakan tinggal di Portobello rd, Inggris.

Konsep novel ini sebetulnya dibuat serupa dengan biografi. Tetapi bukan biografi yang diceritakan oleh satu orang melainkan beberapa orang yang mempunyai hubungan dekat dengan si penyihir yang bernama asli Sherin namun lebih memilih untuk dipanggil Athena.

Cukup menarik karena tiap narasumber memiliki cara bercerita yang berbeda dan memiliki persepi yang berbeda pula tentang Athena. Selain itu, transformasi dan perjalanan hidup Athena menjadi perwujudan orang suci seperti yang dipercayainya pun juga menarik dan terkesan misterius, cukup membuat pembaca betah untuk membuka halaman demi halaman berikutnya.

Dan tidak ketinggalan, disini pembaca bisa menemukan sudut pandang atau petuah bijaksana dari Paulo Coelho. Walaupun diperuntukkan dalam dunia Athena namun sebetulnya sudut pandang dan petuah tersebut dapat direfleksikan kepada kehidupan kita. Sehingga secara tidak langsung pembaca-pun dapat mengambil maka dari petuah tersebut, seperti layaknya Athena.

Tragis namun kuat, The Witch of Portobello bisa jadi bacaan menarik di akhir minggu

Blind Willow Sleeping Woman (Haruki Murakami)

In Books, Literature on Januari 28, 2009 at 3:49 pm
blindwillowIni buku sudah lama gue incer tapi akhirnya baru bisa kebeli 2 bulan yang lalu dan belum juga selesai sampai sekarang. Bukan karena membosankan, justru lagi mencari waktu yang sempurna untuk bisa bener-bener nikmatin ceritanya sambil berimajinasi tentang tokoh-tokoh dan plotnya.

Blind Willow Sleeping Woman adalah kumpulan 24 cerita pendek Haruki Murakami yang dibuat sekitar tahun 60-an. Buku ini ber-genre sastra dan fiction. Cerita-ceritanya tidak selalu mudah dipahami namun bagi yang senang push their imagination to unlimited level, buku ini bisa jadi bacaan yang menarik.

Yang menarik dari Haruki Murakami adalah gaya berceritanya yang tidak biasa. Dia mampu mengembangkan kejadian simpel seperti: pergi ke kebun binatang, menerima telepon, interview kerja, dll menjadi plot yang tidak terpikirkan oleh orang awam. Ada feeling unpredictable yang dibangkitkan oleh gaya Murakami bercerita. Walaupun terkesan absurd, cerita-ceritanya masih bersentuhan dengan sifat-sifat keseharian hidup kita.

Satu lagi yang gue sukai dari Murakami adalah his attention to details. Kejadian yang hanya berdurasi 30 detik bisa dijabarkan untuk waktu yang panjang dan tetap menarik.

Buku ini belum dibuat versi bahasa indonesianya. Tapi di Gramedia ada satu karya Murakami yang sudah disadur, judulnya Norwegian Wood.

Blind Willow Sleeping Woman bukanlah satu-satunya karya Murakami. Dia juga menulis berbagai novel fiksi. Yang gue inget judulnya adalah Kaffka on the Shore dan Wind-up Bird Chronicles.

Layaknya cerita-cerita Murakami yang absurd, susah untuk menggambarkan karyanya disini, jadi lebih baik kalau langsung baca bukunya 🙂