


Wong Kar Wai adalah sutradara film terkenal dari Hongkong. Karyanya mungkin tidak terlalu dikenal secara komersil namun banyak diminati oleh peminat film independen dan kerap mendapat comment positif dari para kritikus film. Pertama kali saya mengenal karyanya ketika duduk dibangku kuliah, kala itu kelas film yang saya ambil mengadakan screening Chungking Express.
Dalam dunia film-making, Wong Kar Wai layak mendapat predikat auteur, yaitu istilah yang diberikan kepada para sutradara film yang dianggap memiliki ciri khas konsisten dan ‘beda’ dalam film-film mereka. Alfred Hitchcock adalah salah satu sutradara terkenal yang juga menyandang predikat ini.
Ciri khas yang dimiliki Wong Kar Wai terletak pada storyline yang tidak konservatif, tone visual yang hangat namun gelap dan menyiratkan kesenduan, serta presentasi yang ‘nyeni’ dan nostalgic. Para pecinta seni visual pasti akan menikmati shot, angle dan lighting ciri khas Wong Kar Wai.
Banyak pengamat film dalam negeri Hongkong maupun asing yang mendeskripsikan karya Wong Kar Wai sebagai: masterpiece, piece of art, dan elegant. Beberapa review-nya dapat Anda googling di web.
Gabungan visual yang nyeni dan musik latar yang juga nostalgic (kebanyakan musik Jazz) membuat adegan yang disyuting Wong Kar Wai terasa atmospheric. If it’s a romantic film, wong kar would create elegant pieces, if it’s full of conflicts, he would create chaotic visuals, which sometimes ignore the fundamental rule of film-making. The man really got taste.
Berikut filmography Wong Kar Wai, siapa tahu Anda tertarik dan akhirnya menjadi salut kepadanya, seperti saya;
Film:
- 1988 As Tears Go By
- 1991 Days of Being Wild
- 1994 Chungking Express
- 1994 Ashes of Time
- 1995 Fallen Angels
- 1997 Happy Together
- 2000 In the Mood for Love
- 2004 2046
- 2007 My Blueberry Nights
- 2008 Ashes of Time Redux
- 2009 The Lady from Shanghai
Film Pendek:
- 1996 wkw/tk/1996@7’55″hk.net
- 2000 Hua Yang De Nian Hua
- 2001 The Hire: The Follow
- 2002 Six Days
- 2004 Eros
- 2007 Chacun son cinéma
- 2007 There’s Only One Sun

Akhirnya kesampaian juga nonton Twilight. Begitu dapat kabar kalau filmnya sudah turun ke jam biasa, saya langsung pergi ke 21 Cineplex dan membeli tiketnya. Niat sekali memang, karena saya penasaran melihat seperti apa cerita dan tokoh-tokoh Twilight divisualisasikan ke dalam layar sinema.
Kisah Drupadi (atau Draupadi dalam bahasa sansekerta) memiliki dua versi. Dalam kitab Mahabrata, disebutkan Drupadi merupakan istri dari pandawa lima, yaitu: Yudistira, Arjuna, Bima, Nakula dan Sadewa. Sedangkan dalam tradisi pewayangan Jawa, Ia diceritakan hanya bersuamikan Yudistira. Kali ini dalam film Drupadi, Riri Riza memilih versi kitab Mahabrata untuk menceritakan kemalangan yang menimpa putri Panchali yang cantik dan berhati luhur.
Revolutionary Road termasuk salah satu film unggulan dalam ajang Golden Globe yang baru diadakan tanggal 11 Januari kemarin. Total dinominasikan untuk 18 kategori dan mendapatkan satu penghargaan, yaitu Best performance female Actress yang diperoleh Kate Winslet.
Film drama romantis zaman perang pada umumnya diawali atau diakhiri oleh kisah tragis. Begitu juga dengan Atonement.
Bagaimana kalau tiga sutradara video klip dan film bergabung dalam satu proyek idealis? Hasilnya adalah The Fall, sebuah film yang disutradarai oleh Tarsem Singh (VC. R.E.M – My religion, Mov. The Cell), diproduksi oleh David Fincher (Mov. Seven, Fight Club) dan Spike Jonze (Mov. Being John Malkovich, Adaptation, VC. Daft Punk, Bjork, dll).
